wibiya widget

Yuk Belajar Bahasa Jawa Kuno di Museum Majapahit!


Mojokerto - Pujangga terkenal Raden Ngabehi Ronggo Warsito pernah berkata, "Akeh Wong Jowo Ilang Jawane. Maksudnya, banyak orang Jawa melupakan tradisi Jawa dan peradabannya. Padahal, suku Jawa memiliki bahasa dan aksara tersendiri, namun terlupakan.


Agar tidak punah, sekelompok mahasiswa dan pemuda di Mojokerto, belajar menulis dan membaca Aksara Jawa kuno. Bertempat di pelataran Museum Majapahit di Trowulan, sejumlah muda-mudi ini meneliti tulisan aksara Jawa kuno yang terdapat pada arca dan batu peninggalan kerajaan Majapahit.


Ternyata tidak mudah untuk belajar bahasa Jawa kuno. Setidaknya, ada 4 jenis aksara yang digunakan di masa Jawa kuno ini. Jenis aksara tersebut adalah Aksara Nagari, Palawa, Jawa kuno dan Jawa baru. Kebanyakan yang dipelajari adalah Jawa baru, seperti Ho-No-Co-Ro-Ko dan seterusnya.


Dengan tekun dan seksama, para pemuda ini belajar menulis dan membaca aksara Jawa kuno tersebut. Selain itu, ada juga yang belajar simbol-simbol yang kerap dijumpai pada bebatuan peninggalan kerajaan Majapahit. Diksi, Aksen dan Vonem huruf aksara juga turut dipelajari.


Simbol yang sering dijumpai pada candi-candi Jawi adalah seekor naga bermahkota bak seorang raja yang memakan matahari. Simbol ini berarti Nogo Rojo Hanaut Suryo. Artinya, ini menunjukkan tahun candi tersebut dibangun yakni tahun 1211 Saka.


Menurut relawan yang mengajarkan bahasa Jawa kuno ini, Rakai Hino, untuk memahami tidak sesulit apa yang dipikirkan. Namun, membutuhkan ketelitian dan ketekunan semata. Jika bahasa Jawa tidak diajarkan, tentu akan punah tergerus zaman. Padahal, aksara dan bahasa ini justru dipelajari di Belanda.


"Mengapa sih kita tidak berusaha melestarikan budaya kita, justru orang Belanda yang mempelajari. Seakan-akan kita orang bodoh," kata alumnus Rakai Hino saat bincang-bincang dengan detiksurabaya.com, Jumat (27/1/2012).


Menurutnya, pengajaran aksara dan bahasa Jawa kuno ini merupakan program museum Majapahit. Rencananya, setiap hari Sabtu di minggu pertama dan ke tiga tiap bulan, akan digelar pengajaran sekaligus prakteknya. Dia mengatakan, siapa saja yang ingin belajar, tak akan dipungut biaya.


"Bagi yang mau belajar, baik mahasiswa atau siapa saja, silahkan datang ke Museum Majapahit. Saya tak akan memungut biaya sepeser pun. Ini sudah menjadi kewajiban saya untuk melestarikan budaya Jawa," katanya.


Tertarik ingin belajar bahasa Jawa Kuno? Silahkan belajar dan langsung praktek di Musem Majapahit di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Share on Google Plus

About Petani Progresif

Google+ Followers